You are currently viewing Strategi Trading Stochastic: Mengidentifikasi Momentum Pasar

Strategi Trading Stochastic: Mengidentifikasi Momentum Pasar

  • Post author:
  • Post category:Edukasi
  • Post last modified:June 30, 2024
  • Reading time:7 mins read

Indikator stokastik adalah salah satu alat yang paling populer dan efektif untuk analisis teknikal. Indikator ini adalah salah satu dari kelompok osilator momentum yang membantu trader menentukan kondisi pasar overbought dan oversold. RSI, MACD, dan TRIX adalah indikator lain yang termasuk dalam kategori ini.

George C. Lane membuat stokastik pada tahun 1950-an untuk menilai kekuatan tren umum dan momentum harga aset. Indikator stokastik sangat fleksibel sebagai pengukur momentum harga. Indikator ini dapat memberi tahu tentang retracement atau bahkan pembalikan di pasar yang sedang tren; di pasar yang ranging, mereka dapat memberi tahu kapan kekuatan tren utama mulai melemah.

Hal ini membuat stokastik menjadi alat yang berguna untuk melakukan analisis teknikal dalam semua kondisi pasar untuk membantu mengidentifikasi peluang trading dalam siklus harga aset yang berkelanjutan.

Cara Perhitungan Stochastic

Stochastic Oscillator dihitung dengan rumus berikut:

%K = (HargaTertinggi − HargaTerendah) / (HargaPenutupan − HargaTerendah)​ × 100

%D = Moving Average dari %K

Pada kebanyakan platform trading, periode n secara default adalah empat belas, tetapi trader dapat memilih interval waktu yang mereka inginkan untuk menilai perilaku harga. Secara umum, stokastik akan bereaksi lebih cepat terhadap perubahan harga dengan nilai n yang lebih kecil, tetapi dalam beberapa situasi, ini juga dapat menghasilkan sinyal trading yang tidak dapat diandalkan.

Sebaliknya, stokastik akan bereaksi lebih lambat terhadap perubahan harga dengan nilai n yang lebih besar, tetapi sinyal trading yang dihasilkan akan lebih dapat diandalkan. Selain itu, %K akan bergerak lebih cepat daripada %D, yang merupakan rata-rata bergeraknya.

Membaca Indikator Stochastics

Dua garis stokastik bergerak dari 0 hingga 100. Indikator ini memiliki dua garis terpisah, ’20’ dan ’80’. Nilai-nilai tersebut menunjukkan kondisi pasar yang terlalu mahal dan terlalu murah. George Lane menunjukkan bahwa harga di pasar terus bergerak sesuai dengan tren. Oleh karena itu, ketika harga berada di wilayah overbought, trader dapat mencari kesempatan untuk menjual ketika garis %K menyeberang garis %D ke bawah. Sebaliknya, ketika harga berada di wilayah oversold, trader dapat mencari kesempatan untuk membeli ketika garis %K menyeberang garis %D ke atas.

Teori di atas idealnya berlaku untuk pasar yang bergerak dalam kisaran. Karena nilai indikator dapat bertahan dalam kondisi oversold dan overbought untuk jangka waktu yang lama, trader harus berhati-hati terhadap sinyal stokastik di pasar yang mengalami tren kuat. Selain itu, trader memperhatikan garis tengah stokastik, yang memiliki nilai 50, karena ini menunjukkan apakah tren yang sedang berlangsung memiliki momentum atau tidak. Jika pembacaan stokastik di atas 50, tren bullish dianggap memiliki momentum, sementara jika pembacaan stokastik di bawah 50, tren bearish dianggap memiliki momentum. Trader tidak hanya dapat membaca indikator, mereka juga dapat melihat divergensi stokastik untuk menemukan peluang trading yang menguntungkan di pasar.

Strategi Trading Sinyal Indikator Stochastic

Ini adalah cara untuk melakukan trading berdasarkan sinyal yang dihasilkan oleh indikator stokastik:

1. Kondisi Overbought dan Oversold

Ini sangat ideal di pasar yang bergerak dalam kisaran dengan tingkat support dan resistance yang jelas. Untuk menempatkan order beli di area support, pembacaan stokastik harus di bawah 20, dan garis %K harus menyeberang garis %D ke atas. Untuk menempatkan order jual di area resistance, pembacaan stokastik harus di atas 80, dan garis %K harus menyeberang garis %D ke bawah.

2. Stochastic Straight Divergences

Trader dapat dengan cepat menemukan pembalikan harga di pasar dengan melihat divergensi stokastik langsung. Divergensi bullish terjadi ketika harga membuat low yang lebih rendah, tetapi indikator stokastik membuat low yang lebih tinggi di wilayah oversold. Ini menjadi sinyal untuk beli karena pergerakan harga turun kehilangan momentum. Divergensi bearish terjadi ketika harga membuat high yang lebih tinggi, tetapi indikator stokastik membuat low yang lebih tinggi di wilayah oversold.

3. Stochastic Hidden Divergences

Divergensi langsung membantu trader memprediksi titik pembalikan pasar, tetapi divergensi stokastik tersembunyi membantu trader menemukan titik masuk ideal di pasar yang sedang bergerak setelah terjadi retracement. Dalam tren naik, cara untuk menempatkan order beli adalah dengan mencari divergensi bullish tersembunyi. Ini terjadi ketika harga membuat low yang lebih tinggi, tetapi indikator stokastik membuat low yang lebih rendah di sekitar wilayah oversold. Dalam tren turun, cara untuk menempatkan order jual adalah dengan mencari divergensi bearish tersembunyi. Ini terjadi ketika harga membuat high yang lebih rendah, tetapi indikator stokastik membuat low yang lebih rendah di sekitar wilayah oversold.

Strategi Profesional dengan Indikator Stokastik di Binomo

Indikator stokastik bekerja dengan baik saat dikombinasikan dengan alat analisis teknikal lainnya. Berikut beberapa kombinasi terbaik:

1. Stochastics dan Pivot Points

Pivot Points adalah alat yang digunakan secara luas yang menghasilkan berbagai garis support dan resistance. Trader dapat melihat sinyal trading stokastik di zona harga tertentu yang diberikan oleh garis-garis ini. Ketika kedua indikator ini berkorelasi, sinyal trading berkualitas tinggi muncul. Sebagai contoh, ketika terjadi sinyal beli stokastik pada garis support Pivot Points, sinyal beli yang baik dapat dimasuki.

2. Stochastics dan Moving Averages

Karena mereka menghaluskan pergerakan harga, Moving Averages (MA) adalah alat yang ideal untuk trading di pasar yang sedang trending. Trader melihat perpotongan (crossover) MA saat menggunakan moving average untuk memastikan tren. Dengan menggabungkannya dengan stokastik, trader dapat menemukan peluang yang menguntungkan di pasar yang sedang bergerak. Logikanya adalah untuk trading sesuai dengan MA tetapi dengan stokastik untuk menghindari sinyal palsu. Sebagai contoh, ketika MA bergerak lebih cepat daripada MA yang bergerak lebih lambat ke atas, ini menunjukkan tren naik. Trader dapat memilih untuk masuk posisi beli ketika stokastik memberikan sinyal beli.

FAQ Strategi Trading Indikator Stochastic

Apakah Indikator Stokastik merupakan Alat Trading yang Baik?

Karena kualitasnya sebagai alat trading, indikator stokastik menjadi sangat populer. Indikator ini tidak hanya mudah dibaca, tetapi juga sangat akurat, dan banyak trader telah menggunakan informasi yang mereka peroleh saat menambahkan indikator stokastik ke dalam grafik mereka. Seiring berjalannya waktu, beberapa versi telah dikembangkan untuk meningkatkan indikator stokastik asli, tetapi biasanya trader dapat tetap menggunakan versi asli dengan percaya diri bahwa indikator ini akan menjadi andal dan akurat.

Apakah Indikator Stokastik Lebih Baik Dibandingkan dengan Indeks Kekuatan Relatif (RSI)?

Indikator stokastik dan Indeks Kekuatan Relatif (RSI) keduanya merupakan osilator momentum. Karena itu, keduanya memiliki tujuan yang sama: menemukan dan meramalkan tren pasar. Cara kerja keduanya cukup berbeda, meskipun keduanya memiliki tujuan yang sama. Berdasarkan asumsi bahwa harga penutupan harus bergerak dalam arah yang sama dengan tren dasar, indikator stokastik bekerja. Untuk mengetahui kapan harga berada dalam kondisi jenuh beli atau jenuh jual, RSI menggunakan kecepatan pergerakan harga. Meskipun keduanya bermanfaat, indikator RSI lebih cocok untuk pasar yang sedang bergerak, sedangkan indikator stokastik lebih cocok untuk pasar yang datar dan bergejolak.

Apakah Indikator Stokastik Lebih Baik Dibandingkan dengan MACD?

Meskipun keduanya adalah osilator, indikator stokastik dan MACD mencapai tujuan yang sama, tetapi mereka melakukannya dengan cara yang berbeda. Akibatnya, indikator stokastik cenderung lebih baik digunakan di pasar yang datar dan bergejolak, sementara MACD cenderung lebih baik digunakan di pasar yang sedang trending. Kedua indikator ini dapat digabungkan untuk mendapatkan sinyal yang lebih baik. Dicatat bahwa sebuah tren sedang terbentuk jika terjadi persilangan stokastik yang diikuti dengan persilangan MACD dalam waktu singkat.

Kesimpulan

Indikator Stochastic sangat membantu dalam menemukan kondisi overbought, oversold, dan perubahan momentum dalam trading. Trader dapat meningkatkan keakuratan dalam membuat keputusan trading mereka dengan memahami cara kerja Stochastic dan menggunakan strategi yang sesuai. Gunakan artikel ini sebagai panduan untuk mulai mengintegrasikan Stochastic ke dalam strategi trading Anda dan pelajari lebih lanjut untuk mengembangkan pendekatan yang lebih canggih dalam analisis teknikal.

Dengan memanfaatkan potensi penuh indikator Stochastic untuk mengidentifikasi momentum pasar, Anda dapat mengoptimalkan strategi trading Anda.